Matahari mulai bersembunyi di kegelapan malam dan mungkin akan memberikan kejutan pada hari esoknya. Dan aku masih saja menunggu dan menatap nya yang sedang terlelap hingga ia terbangun. Ya ini adalah kegiatan yang membuang waktu tetapi entah mengapa tiba-tiba menjadi hobi. Agung, pria yang mampu membuatku jatuh cinta, yang selalu membuat jantungku berdetak ketika melihat tatapannya sekejap. Kita menjalin hubungan sudah agak lama. Tidak seperti yang dirasakan pasangan kekasih lainnya, yang selalu ada kejutan, selalu pergi sana-sini, saling bertukar kado ketika anniversary, selalu mengalah demi hubungan atau saling meng-upload foto pacarnya masing-masing. Mungkin mereka yang merasakan semua itu have feeling bahwa dunia ini hanyalah miliknya. Tapi bagiku, meskipun dia tidak sesempurna seperti lelaki lainnya dan tidak pernah mengalah, tapi ada saja caranya yang bisa membuatku tersenyum dan ingin selalu bersamanya. Dan semua itu lebih berharga daripada kado atau kejutan yang bisa dibeli dengan uang.
"Kamu kenapa ga sama cowo yang lain aja? Kamu bisa kok dapetin cowo yang lebih dari dia". Kata temen-temen yang selalu update tentang perjalanan hubungan kita. Not only one person asked like that, but how many my friends asked like before. "Nge-dapetin nyaman itu susah loh, dan dia success bikin aku nyaman kaya gini meski kita sering berantem" Jawabku. Dan mereka pun hanya tertawa kecil mendengar ucapanku yang mungkin dianggapnya so funny. But really, aku serius. Ada juga pertanyaan kaya ini, "Apa yang bikin kamu suka sama dia? Let's being yourself like before". Aneh, iya itu yang dipikirkan mereka. Loves come suddenly, Aku mencintainya tanpa alasan. Mungkin karna sudah terbiasa dengan nya,
*
Oh well, dan ketika ia terbangun Shit haha. Dia ngomong dengan kesalnya, "Kamu buka Clash Royale yang aku? Kenapa buka box yang ini dulu, harusnya yang ini!". "Aku kan ga tau yang mana harus dibuka dulu, kan kamunya selalu bilang kalo udah selesai langsung buka dan langsung ke box lainnya" Kataku. Hening, suasana langsung hening dan aku terdiam. Aku merasa bersalah walau itu hanya hal sepele. But, I know who's he. Tanpa ngomong apapun, dia pergi. Sudah biasa ada di posisi seperti ini. Bukan hanya sekali dua kali, dan hal yang kecil inipun selalu jadi alasan buat kita berantem. Dia yang kekeh pada sikapnya "Don't call me before" dan aku yang ingin "we're always fine".
Hubungan kita juga tidak selalu indah, kita sering bertengkar hebat yang selalu bikin aku untuk mengalah dan mengakhiri semuanya, begitupun dia. Tapi, perasaanku menutupi segalanya. Aku tetap bertahan atas apa yang dia perbuat. I know, he's good boy and it can happened because of me. Pengorbanan tidak bisa dibayar hanya dengan masalah ini-ini saja.
(to be continued)
"Kamu kenapa ga sama cowo yang lain aja? Kamu bisa kok dapetin cowo yang lebih dari dia". Kata temen-temen yang selalu update tentang perjalanan hubungan kita. Not only one person asked like that, but how many my friends asked like before. "Nge-dapetin nyaman itu susah loh, dan dia success bikin aku nyaman kaya gini meski kita sering berantem" Jawabku. Dan mereka pun hanya tertawa kecil mendengar ucapanku yang mungkin dianggapnya so funny. But really, aku serius. Ada juga pertanyaan kaya ini, "Apa yang bikin kamu suka sama dia? Let's being yourself like before". Aneh, iya itu yang dipikirkan mereka. Loves come suddenly, Aku mencintainya tanpa alasan. Mungkin karna sudah terbiasa dengan nya,
*
Oh well, dan ketika ia terbangun Shit haha. Dia ngomong dengan kesalnya, "Kamu buka Clash Royale yang aku? Kenapa buka box yang ini dulu, harusnya yang ini!". "Aku kan ga tau yang mana harus dibuka dulu, kan kamunya selalu bilang kalo udah selesai langsung buka dan langsung ke box lainnya" Kataku. Hening, suasana langsung hening dan aku terdiam. Aku merasa bersalah walau itu hanya hal sepele. But, I know who's he. Tanpa ngomong apapun, dia pergi. Sudah biasa ada di posisi seperti ini. Bukan hanya sekali dua kali, dan hal yang kecil inipun selalu jadi alasan buat kita berantem. Dia yang kekeh pada sikapnya "Don't call me before" dan aku yang ingin "we're always fine".
Hubungan kita juga tidak selalu indah, kita sering bertengkar hebat yang selalu bikin aku untuk mengalah dan mengakhiri semuanya, begitupun dia. Tapi, perasaanku menutupi segalanya. Aku tetap bertahan atas apa yang dia perbuat. I know, he's good boy and it can happened because of me. Pengorbanan tidak bisa dibayar hanya dengan masalah ini-ini saja.
(to be continued)
Komentar